WartajatengBlora _ Di balik penyaluran Rp300 juta dana zakat produktif untuk siswa di Blora, ada fakta mengharukan. Lebih dari separuh dana tersebut berasal dari kantong para pendidik dan abdi negara.
Kepala BAZNAS Kabupaten Blora, H. Sutaat,S.Pd., mengungkapkan bahwa lebih dari 50 persen penghimpunan zakat BAZNAS Kabupaten Blora berasal dari para guru dan Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Guru dan ASN kita adalah pahlawan di balik layar. Mereka tidak hanya mengajar di kelas, tapi juga menyisihkan sebagian rezekinya untuk masa depan anak-anak lain yang membutuhkan. Ini bukti bahwa kepedulian tidak pernah berhenti di ruang kelas,” ungkapnya dengan penuh kebanggaan.
“Harapan: Tak Ada Anak Blora yang Putus Sekolah karena Ekonomi”
Sutaat berharap semangat berbagi ini terus menyala dan meluas. Tidak hanya di kalangan guru dan ASN, tetapi juga seluruh masyarakat Blora.
Semakin banyak muzaki yang percaya dan peduli, maka semakin banyak pula anak-anak kurang mampu yang bisa terbantu pendidikannya.
“Semoga tidak ada lagi anak di Blora yang terpaksa berhenti sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi. Setiap anak punya hak yang sama untuk mengejar cita-cita. Dan kita semua, dengan cara kita masing-masing, bisa menjadi bagian dari mimpi mereka,” pungkasnya.
Sebelumnya, UPZ Dinas Pendidikan Blora bersama BAZNAS telah menyalurkan Rp300 juta dalam bentuk beasiswa dan paket perlengkapan sekolah senilai Rp350.000 untuk ratusan siswa yatim dan tidak mampu.
