Wartajateng,Blora_ Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momen istimewa bagi Wibowo, warga Kampung Luwandon, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora. Demi bertemu langsung Kapolres Blora, ia rela mengayuh sepeda sejauh 30 kilometer. Rabu, 1 Juli 2026.
Dengan mengenakan kaos merah, topi hitam, dan tas punggung, Bowo, sapaan akrabnya, tiba di Mapolres Blora dengan penuh semangat. Aksi unik ini ia lakukan untuk mengucapkan selamat Hari Bhayangkara langsung kepada Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto.
Seperti yang diabadikan awak media, Bowo terlihat ramah menyapa pengguna jalan lain sembari menunggu lampu merah di kota Blora setelah menyelesaikan misinya.
*Bawa Foto Kenangan Setahun Lalu*
Bowo mengaku sengaja datang bertepatan dengan upacara dan syukuran Hari Bhayangkara di Mapolres. Ia tidak datang dengan tangan kosong, melainkan membawa foto kenangan bersama AKBP Wawan yang diambil setahun lalu sebagai cinderamata.
“Iya, sengaja naik sepeda dari rumah di Ngawen, Luwandon. Sekitar 30 kilometer-an mas. Tadi ke Polres ikut merayakan Hari Bhayangkara ke-80, ikut upacara dan makan-makan bareng Pak Wawan,” ujar Bowo dengan senyum lebar.
Bagi Bowo, Kapolres Blora adalah sosok pemimpin yang ramah dan dekat dengan masyarakat kecil. Keramahan itulah yang membuatnya tidak merasa lelah meski bersepeda puluhan kilometer di bawah terik matahari.
*”Pak Kapolres Jangan Pindah ke Jawa Timur”*
Saat ditanya harapannya untuk Kapolres, Bowo melontarkan pesan unik yang menggelitik. Ia berharap AKBP Wawan tetap bertugas lama di Blora.
“Pak Wawan itu orangnya bagus, ramah sekali sama masyarakat. Mantap pokoknya! Harapan saya, kalau bisa Pak Kapolres gak usah pindah tugas ke Jawa Timur, di Blora saja terus,” kelakarnya sambil tertawa.
Aksi gowes 30 KM dari Ngawen ini menjadi bukti nyata jargon ‘Polri Presisi’ yang dicintai masyarakat. Sekat antara pejabat kepolisian dan warga melebur dalam kehangatan perayaan.
Setelah berbincang singkat dengan Kapolres, Bowo kembali mengayuh sepedanya dengan senyuman untuk pulang ke Ngawen.
