Wartajateng,Blora_ Nama Yananta Laga Kusuma kini menjadi sorotan warga Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Di usia yang masih muda, ia menghadirkan gaya kepemimpinan yang energik, komunikatif, dan dekat dengan masyarakat.
Semangat baru itu tak hanya mengubah wajah pelayanan publik, tetapi juga mulai mendorong percepatan pembangunan desa secara nyata.
Berdasarkan data resmi Pemerintah Desa, Yananta Laga Kusuma tercatat sebagai Kepala Desa Bangsri yang sah. Sejak resmi memimpin, ia langsung menginisiasi sejumlah terobosan strategis. Mulai dari perbaikan sistem administrasi kependudukan hingga mengaktifkan kembali program musyawarah warga sebagai ruang utama perencanaan pembangunan.
“Kami ingin Desa Bangsri tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat secara sosial dan ekonomi. Karena itu, setiap program harus lahir dari kebutuhan warga, bukan keinginan sepihak pemerintah,” ujar Yananta saat ditemui di balai desa, Senin (5/7).
“Ngopi Bareng” Jadi Jembatan Aspirasi
Komitmen keterbukaan informasi dan partisipasi warga diwujudkan melalui agenda rutin ngopi bareng di sejumlah dusun. Dalam forum itu, masyarakat bebas menyampaikan aspirasi, kritik, hingga usulan program prioritas.
Hasilnya, sejumlah proyek pembangunan infrastruktur jalan desa dan perbaikan saluran irigasi kini mulai direalisasikan secara bertahap.
Beasiswa untuk Anak Kurang Mampu
Tak hanya fokus pada infrastruktur, Yananta juga memberi perhatian serius pada pengembangan sumber daya manusia. Pemerintah Desa Bangsri baru-baru ini meluncurkan program beasiswa pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Program ini dinilai sebagai langkah konkret memutus rantai kemiskinan struktural dan memastikan generasi muda desa mendapat akses pendidikan layak.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kami tidak ingin anak-anak Bangsri kehilangan masa depan hanya karena keterbatasan biaya,” tegas Yananta.
Apresiasi Tokoh Masyarakat
Langkah inovatif kepala desa muda ini mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat.
“Pak Yananta ini beda. Beliau cepat tanggap, sering turun ke lapangan, dan selalu mendengarkan keluhan kami. Kami merasa diperhatikan,” kata Sukardi (58), tokoh masyarakat Desa Bangsri.
Sinergi antara pemerintah desa dengan BPD, Karang Taruna, dan PKK juga terus diperkuat. Kolaborasi ini diharapkan menciptakan ekosistem pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Targetkan Desa Wisata Edukasi
Ke depan, Yananta menargetkan Desa Bangsri bertransformasi menjadi desa mandiri yang tidak hanya bergantung pada dana transfer pusat. Potensi lokal seperti pertanian, kerajinan, hingga wisata desa akan dioptimalkan.
“Kami sedang merumuskan konsep desa wisata edukasi berbasis budaya lokal. Insyaallah, bertahap kami wujudkan,” tutupnya.
Dengan semangat kepemimpinan yang segar dan inovatif, masyarakat Desa Bangsri optimistis masa depan desa akan semakin cerah. Harapan besar kini tertuju pada keberlanjutan program-program pro-rakyat dan penguatan partisipasi warga sebagai pilar utama pembangunan.(redaksi)
