Wartajateng,Blora_Desa Gempolrejo, Kecamatan Tunjungan, resmi dipilih menjadi titik awal gerak cepat Kabupaten Blora dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membentuk 1.000 desa wisata baru.
Anggota Komisi B DPRD Jateng, H. Abdullah Aminudin, turun langsung ke desa untuk melakukan sosialisasi, edukasi, sekaligus memetakan potensi nyata yang dimiliki Gempolrejo.
Di hadapan Kepala Desa Pujo Wicaksono dan warga, Aminudin menegaskan Blora minimal harus menyiapkan 5–10 desa wisata baru agar tidak tertinggal dalam arus pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.
“Desa wisata tidak boleh berhenti pada slogan. Harus ditopang kelembagaan yang kuat, UMKM yang bergerak, promosi yang jalan, dan infrastruktur yang memadai,” tegas Aminudin.
Dorong Kolaborasi Pentahelix
Untuk mewujudkan target tersebut, pengembangan desa wisata akan didorong melalui kolaborasi pentahelix. Melibatkan Dinas Pariwisata, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), BUMDes, pemerintah desa, dan masyarakat.
Menurut Aminudin, membangun desa wisata berarti membangun masa depan desa secara utuh. Ekonomi tumbuh, pelayanan dasar dibenahi, dan warga menjadi pelaku utama pembangunan.
PR Gempolrejo: Infrastruktur hingga BPJS
Gempolrejo dinilai memiliki peluang besar sebagai desa wisata. Namun masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Mulai dari kekurangan infrastruktur, pengajuan layanan PDAM, hingga persoalan sosial seperti BPJS warga yang masih terblokir.
“Dari Gempolrejo, Blora mulai menegaskan arah baru: desa bukan objek pembangunan, melainkan pusat kebangkitan ekonomi baru,” pungkas Aminudin.
Langkah awal di Gempolrejo ini diharapkan menjadi pemantik bagi desa-desa lain di Blora untuk bergerak. Dengan begitu, target 1.000 desa wisata baru di Jawa Tengah dapat terwujud dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
